Sabtu, 10 Oktober 2009

Jangan fokus pada yang Negatif... :)

Mengapa harus bingung dengan kekurangan dan kelemahan yang kita miliki… Karena kita juga memiliki kelebihan dalam aspek lainnya.
Di sisi lain kita juga tidak bisa memandang rendah orang lain karena kelemahan dan kekurangan mereka…

Atha` bin Rabah adalah orang yang pandai dalam urusan dunia pada masanya, walaupun ia adalah budak berkulit hitam, berhidung pesek, dan lumpuh.

Bahkan para Nabi yang mulia dulunya adalah para penggembala,
Nabi Dawud as hanyalah seorang tukang besi,
Nabi Zakaria as seorang tukang kayu,
Nabi Idris as adalah seorang penjahit…
Kendati demikian, mereka adalah manusia pilihan dan terbaik…

(diceritakan ulang dari `Be Your Self` karya Syekh Aidh bin Abdullah al Qarni)

Hidup adalah belajar… belajar dari diri sendiri, belajar dari orang lain..

Sabtu, 03 Oktober 2009

15 Perkara Penyebab Bencana Indonesia

Gempa bumi, tsunami, gunung meletus, bendungan jebol, jembatan ambruk dan masih banyak lagi bencana yang terjadi di sekitar kita. Secara umum kita menyebutnya bencana alam, tapi apakah hanya sampai disana cara berfikir kita? Tentu tidak, dalam hati kita bertanya-tanya, kenapa, ada apa dan lain sebagainya pertanyaan dalam benak kita tentang kejadian alam atau bencana yang akhir-akhir ini terjadi di negara tercinta Indonesia ini, bahkan hampir di semua permukaan bumi ini. Para ilmuwan sering berdalih bahwa bumi ini sudah tua, bahwa ini gejala alam biasa yang terjadi setiap sekian tahun, bahwa ini adalah hal yang tak terduga, dan masih banyak lagi "bahwa-bahwa yang lain". Ada akibat pasti ada sebab, akibatnya terasa oleh manusia, jelas sebabnya juga berasal dari manusia. "Tidak ada suatu perkara yang terjadi kecuali berasal dari diri kita sendiri" begitulah orang bijak menyampaikan. Bahkan Rosululloh SAW pernah mengingatkan umatnya tentang hal ini. Rasulullah SAW bersabda : "Bila umatku sudah melaksanakan 15 perkara maka bencana sudah pasti terjadi, yaitu:

1. Bila barang negara sudah diakui/dimiliki oleh orang-orang tertentu;
2. Barang amanat jadi Ganimah (temuan);
3. Mengeluarkan zakat dianggap musibah bagi sikaya;
4. Suami sudah tunduk patuh terhadap istrinya untuk mengerjakan sesuatu yang keluar dari syariat (ajaran islam);
5. Anak menyakiti kedua orang tuanya sementara kepada temannya berlaku baik;
6. Terjadi permusuhan caci mencaci antara jamaah mesjid karena perbedaan masalah/pendapat yang bukan prinsip yang mereka pegang;
7. Diantara yang menjadi memimpin umat baik yang memimpin masyarakat atau agama bukan dari keturunan yang baik-baik;
8. Seseorang memuliakan seseorang karena takut kejelekannya bukan karena wibawa atau karena akhlak dan ilmunya;
9. Orang mabuk dan maksiat sudah terlihat dimana-mana;
10. Seorang pria sudah senang memakai pakaian yang biasanya dipakai wanita;
11. Kedua orang tua diperlakukan seperti pembantu di dalam rumah tangga;
12. Sarana untuk maksiat tersebar dimana-mana, seperti bar, kasino, diskotik dan warung remang-remang;
13. Dancing, dugem dan hiburan yang berbau pornografi dan pornoaksi sudah dianggap kesenian belaka bahkan hiburan yang baik;
14. Bila umat akhir zaman sekarang ini sudah mencaci maki dan tidak menghiraukan pendapat-pendapat mereka (para ulama);
15. Bila umat akhir zaman semuanya sudah ingin berlomba-lomba menjadi seorang selebritis/penyanyi yang terkenal;

Semua ini mengundang bencana, bila itu sudah terjadi/dilaksanakan oleh penduduk di dunia akan terjadi gempa bumi besar-besaran dan amblasnya suatu tempat/perkampungan ditelan bumi dan datangnya bencana tersebut rajfatan di tengah malam ketika manusia terlelap dalam tidur".
Saatnya kita mengevaluasi diri kita sendiri, keluarga, lingkungan di sekitar kita, jika 15 perkara tadi sudah jelas didepan mata kita, selayaknya kita sebagai muslim saling mengingatkan dan memperbaiki. Jangan dulu berfikir bagaimana mengubah keadaan dunia, atau mengubah keadaan negara, atau mengubah keadaan masyarakat, atau mengubah keadaan keluarga, tapi mulailah mengubah diri kita sendiri kembali kejalan yang sesuai dengan syariat Islam.

Ingat firman Allah SWT dalam surah Ar-Ruum ayat 41 :

Artinya :”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).”

Mudah-mudahan keselamatan dan kedamaian terwujud setelah kita mengusir 15 perkara diatas. Insya Allah...
Sebarkan, copy paste, re-publish bagi siapa saja yang membaca artikel ini, sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk saling mengingatkan ke jalan yang benar sesuai dengan syariat Islam.
Penyebab Terjadinya Gempa Dalam Perspektif Rasulullah SAW
Diceritakan oleh Abu Huraerah ra., Bersabda Rasulullah SAW, :
• Dimana sudah terjadi uang pajak negara merupakan harta yang berjatuhan berhamburan (maksudnya: siapa saja yang memungutnya, dialah yang memakannya).
• Dimana amanat sudah merupakan harta ghanimah (maksudnya, siapa saja yang menerima amanat untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya, namun dia sendirilah yang memakannya).
• Dimana pembayaran zakat seperti yang harus dilakukan dengan sitaan (mungkin, karena sulitnya, para hartawan tidak mengerti kewajibannya).
• Dimana orang sangat giat menuntut ilmu bukan untuk kepentingan agama
• Dimana suami sudah tunduk dikomando oleh istrinya
• Dimana sudah terjadi orang lebih dekat dan akrab dengan kawan-kawannya tetapi tidak terhadap ibunya dan bapaknya
• Dimana sudah terjadi tiada kekhidmatan di dalam mesjid
• Dimana sudah terjadi yang diangkat sebagai pemimpin kabilah (golongan/bangsa) , sesungguhnya adalah orang-orang fasik di golongan mereka (mungkin maksudnya, tidak loyal kepada golongan/masyarakat /bangsanya)
• Dimana sudah terjadi orang-orang yang diangkat menjadi pemimpin kaum (bangsa) yang imannya lemah
• Dimana sudah terjadi seseorang dihormat oleh orang banyak hanya karena takut akan kejahatannya
• Dimana sudah terjadi para ahli seni suara (biduan-biduanita), sangat ditonjolkan dan dimuliakan
• Dimana sudah terjadi bidang-bidang hiburan sangat diutamakan
• Dimana sudah terjadi minuman keras dilazimkan
• Dimana sudah terjadi segala kesalahan dan kegagalan dilemparkan dan ditimpakan kepada generasi yang mendahuluinya
• Dimana itu semua sudah terjadi, maka tunggulah :
• Akan datang kepadamu angin merah (mungkin;taufan, kebakaran, penyakit, hama tanaman atau peperangan)
• AKAN BANYAK GEMPA
• AKAN TERJADI BANYAK TANAH LONGSOR
• Akan banyak hal-hal yang akan merubah roman muka manusia lebih buruk dari semula
• Akan banyak hujan batu (mungkin karena gunung meletus atau bom karena perang)
• Dan akan terus diikuti berturut-turut dengan hal-hal lainnya, bagaikan kalung mutiara yang putus talinya
(HR. Tirmidzi – Dalam Kitab Duratun-Nashihin : 158)


Bencana Menurut Perspektif Islam

Tidak ada di kalangan manusia yang suka pada bencana. Kerana bencana itu sangat menyusahkan manusia.Kerana itulah manusia bersedih sedih hati dengan bencana.Walaupun demikian tidak ada di kalangan manusia baik itu secara perseorangan maupun secara kelompok, dapat mengelak atau dapat terlepas daripada bencana, sekalipun dia seorang yang berkuasa atau seorang yang kaya. Cuma ada orang yang ditimpa bencana sekali-sekali saja, ada yang selalu, ada yang ringan, ada yang berat, ada terjadi pada dirinya, keluarga dan harta bendanya atau kedudukannya dan lain-lain lagi. Diantara bencana-bencana itu mana yang lebih berbahaya?Sebenarnya bencana terbagi menjadi dua:

Pertama: Yang bersifat hissi atau bersifat lahir
Bencana ini berbagai macam bentuknya, di antaranya seperti sakit, harta hilang, kematian keluarga yang tercinta, difitnah, dipermalukan, dipukul orang, jatuh miskin, turun pangkat, perniagaan rugi, diPHK, harta musnah oleh bencana alam, tidak naik pangkat, dipenjara dan lain-lain.

Kedua: Yang bersifat maknawi atau rohani
Berbagai macam bentuk pula, di antaranya seperti melupakan ilmu yang telah dipelajari, tercabut iman, atau iman berkurang, ilmu tidak diamalkan, iman tercabut yang ada hubungan dengan akidah. Iman merosot karena beberapa sebab, diantaranya seperti ada amalan yang biasa dikerjakan tidak dikerjakan,atau memlakukan dosa baik itu kecil maupun besar. Dosa itu, ada dosa lahir dan ada dosa batin.Di antara dosa-dosa itu ialah seperti berzina, riba, korupsi,mencuri, menipu, minum arak, judi, mengumpat, memfitnah,menghina, menghasut, hasad, tamak, bakhil, pemarah, mengadu domba dan lain-lain.
Di antara dua bentuk bencana ini, bencana yang paling berbahaya ialah bencana yang bersifat rohani dan maknawi, karena bencana ini akan membawa ke Neraka.Sebaliknya bencana yang bersifat hissi tidak membawa ke Neraka. Bahkan mungkin menguntungkan karena mungkin dapat menghapuskan dosa atau mendapat derajat di dalam Syurga, asalkan pandai menerimanya.
Oleh karena itu bencana yang bersifat rohani dan maknawi ini sangat dibenci dan wajib dijauhi. Maksudnya, setiap dosa adalah bencana, maka wajib dijauhi. Tapi bencana yang bersifat hissi tidak perlu dibenci. Ia hanya menyusahkan. Dan tidak menjadi satu kesalahan untuk berusaha mengelaknya. Juga tidak salah kalau setelah ditimpa suatu bencana, kita berusaha menghilangkannya karena bagi orang yang lemah iman dan tidak tahan dengan ujian dapat jatuh pada dosa atau tercabut iman dengan ujian yang berat itu.

Tapi bagi orang yang mampu berhadapan dengan ujian atau orang yang imannya kuat, tidak salah pula untuk tidak berusaha menghilangkannya. Karena sifat redha dengan ketentuan Allah itu salah satu sifat terpuji. Ia merupakan sifat-sifat Rasul. Dan itu pahalanya amat besar di sisi Allah yang Maha Pemurah.
Di akhir zaman ini oleh karena kebanyakan umat Islam sudah jahil dengan ilmu agama, kemudian cinta dunianya pula begitu mendalam, maka mereka hanya terpaut dan terpengaruh dengan kehidupan yang terdekat yaitu dunia ini. Kehidupan di Akhirat sekadar tahu adanya Akhirat, namun hatinya tidak ke sana. Timbullah acuh tak acuh dengan Akhirat. Maka timbullah salah berfikir. Kita memandang perkara yang terdekat itu amat besar dan serius sekali. Nikmatnya pun dipandang besar. Bencananya pun dipandang besar. Akibatnya nikmat dan bencana di Akhirat dipandang kecil saja. Maka sebab itulah kita lupa daratan dengan nikmat dunia. Terasa sangat menderita dengan bencana dunia. Justeru itu banyak dikalangan umat Islam apabila ditimpa bencana yang bersifat hissi di dunia ini, seperti sakit, miskin, dipecat, tidak naik pangkat, turun pangkat, difitnah, hilang harta, rugi di dalam perniagaan, dipukul, dipenjara dan lain-lain, masya-Allah bukan main sedihnya. Derita jiwanya, kusut fikirannya, marah-marah saja, merungut-rungut, tidak bahagia, gelisah, rasa kesal tidak sudah. Mengadu di sana, mengadu di sini, jumpa siapa saja diluahkan perasaan susahnya. Kekusutan fikirannya sampai begitu terlihat sekali, kelihatan pada wajahnya. Melakukan apa saja serba tidak kena. Begitulah perasaan kecewa dengan ujian itu.
Bila iman tiada atau iman terlalu lemah, kemudian langsung putus asa. Ada yang mau bunuh diri untuk menyelesaikan masalahnya. Dia pikir dengan cara itu dapat menyelesaikan masalah. Dia ditipu oleh syaitan terkutuk karena memandang besarnya dunia ini. Tersesat jalan di dunia ini, dan ke Neraka akibatnya. Wal’iyazubillah.

Bagi orang Islam yang kuat imannya, dengan ujian dan bencana dunia ini yang bersifat hissi, dia tidak begitu ambil pusing. Bahkan bagi golongan muqarrobin dan siddiqin seperti para nabi, para Sahabat dan para auliya, mereka sangat terhibur dengan ujian dunia itu. Mereka merrasa dosa mereka terampuni dengan ujian dunia dan bencana itu.

Contohnya cerita di bawah:

Di zaman Rasulullah SAW, ada seorang perempuan mempunyai tiga orang anak lelaki. Dia sanggup melepaskan semua anaknya ke medan perang. Dia tersenyum ketika anak sulung dan anak keduanya mati syahid di medan perang. Dia menangis apabila diberitahu bahwa anak bungsunya turut mati syahid. Bila ditanya mengapa dahulu senyum, sekarang baru menangis, beliau menjawab, “Aku sedih karena tiada lagi anak yang hendak kukorbankan untuk jihad fisabilillah.” Umat Islam di zaman gemilang dan di zaman keemasan terutama di sekitar 300 tahun selepas Rasulullah SAW, mereka sangat sensitif dengan bencana yang bersifat maknawi dan rohani.

Mereka sangat memandang besar akan bencana itu. Mereka terlalu takut dengan ujian yang bersifat maknawi dan rohani itu. Jiwa mereka sangat tersiksa dengan ujian itu. Bahkan bencana yang bentuk ini, belum datang pun mereka amat takut kalau-kalau di masa depan akan ditimpa dengan bencana ini, baik itu secara sedar atau tidak. Karena bencana ini adalah dimurkai oleh Allah dan kalau Allah tidak mengampuni, akan ke Neraka, wal’iyazubillah.

Justeru itulah jika mereka ditimpa bencana ini, hati mereka menderita.Mereka menangis mengalirkan air mata. Hilang selera makan, hilang rangsangan dengan isteri, tidak senyum berbulan-bulan. Mereka akan tebus dengan apa sahaja kebaikan bahkan jika mereka tertinggal amalan yang sunat sekalipun mereka merasa telah berdosa, mereka merasa ini adalah satu bencana.

Hayati cerita di bawah ini:

“Pada suatu hari, Sayidina Abu Bakar pergi ke kebunnya untuk melihat hasil tanamannya itu. Dilihatnya pohon-pohon dan tanamannya banyak yang sudah berbuah. Karena terlalu asyik melihat buah-buahnya yang sudah masak itu, beliau terlena dan tertinggal shalat berjemaah Ashar bersama Rasulullah SAW. Dengan rasa takut dan kesal yang tidak terkira, kebun itu langsung diwakafkan untuk umat Islam dan digandakan shalatnya sebanyak 70 kali.”
Sebaliknya kebanyakan umat Islam di akhir zaman ini tidak sensitif dengan bencana maknawi dan rohani. Kita tidak terasa apa-apa dengan bencana ini. Kita rileks saja. Kita tidak merasa bersalah bahkan ada yang melupakan sama sekali seolah-olah bencana ini tidak terjadi dan tidak pernah terjadi kepada dirikita.

Sebagai contoh, kita tidak terasa bencana apabila meninggalkan shalat atau terlewat shalat. Kita tidak terrasa bencana dengan mengumpat, dengan memfitnah, dengan menghina, dengan mendurhakai ibu bapak, kepada guru, dengan zina, berbohong, dengan menipu, dengan korupsi, dengan membuka aurat, dengan pergaulan bebas, dengan tidak berzakat, tidak berpuasa, dengan sombong, riyak, dengan tamak, bakhil, dengan pemarah, berdendam, hasad dengki, mengadu domba, menghasut, bertengkar, membunuh, riba, tidak belajar, tidak berbelas kasihan, tidak tenggang rasa, tidak bertoleransi, tidak sabar, tidak pemurah, tidak redha, tidak membantu orang dan lain-lain.

Oleh karena bencana maknawi dan rohani ini tidak dianggap dan tidak dipandang bencana, maka adakalanya dianggap kebiasaan dan diamalkan setiap hari hingga dijadikan budaya. Sebagai contoh, bila kita berkumpul-kumpul, mengumpat dan mengatai orang sering kita dengar bersama, tertawa bersama, rasa senang bersama, sambung-menyambung antara satu sama lain mengumpat orang lain. Adakalanya yang diumpat itu kawan sendiri,ibu ayahnya, gurunya, pemimpin sendiri, isteri dan suami sendiri, hingga terlewat atau tertinggal shalat. Bertambah lagi membesar bencana itu yang tidak lagi dianggap bencana. Kemudian setelah selesai ada yang menipu orang, ada yang pulang ke rumah marah-marah pada isteri, membentak-bentak tidak menentu Bertambah merebak lagi bencana itu, ibarat orang sakit, sakitnya telah kronik. Namun tidak terasa itu adalah bencana yang memecah-belah rumah tangga, keluarga, satu masyarakat, satu bangsa kemudian akhirnya terjun ke Neraka.

Selasa, 08 September 2009

5 TEKNIK TERMUDAH UNTUK MERUBAH DIRI SENDIRI & ORANG LAIN

Sudah lama kita ketahui, perubahan terbesar adalah perubahan dari diri sendiri. Setiap anda adalah pemimpin diri sendiri. Jika anda berubah, cara anda memimpin diri sendiri berubah. Wajarlah kemudian, cara anda memimpin orang lain juga ikut berubah. Inilah Prinsip Perubahan Dari Leader terdahulu.

Fakta: tangan kita selalu kotor, pikiran lebih sering kotor, hatipun akan terbawa kotor.

Kekotoran tidak membawa diri untuk dekat kepada ALLAH. Ada berapa jenis kotoran yang melekat di hidup manusia, Mungkin tidak terhingga jenis dan banyaknya.
Ambil waktu break sebentar, pandangilah dirimu sendiri. Jadilah cermin, Lalu bertanyalah pada orang yang berdiri di depan cermin.

Apakah engkau merasa hidupmu putih bagai salju? atau bagai bak sampah? atau bagai kubangan air di jalan? atau bagai mobil sampah? Cermin itu kemudian mengatakan kepada engkau: ”Kedegilan sedegil-degilnya, sekotor-kotornya, sebau-baunya, engkaulah yang mengetahuinya.” Apa itu kekotoran diri: keinginan cepat kaya dengan segala cara, keserakahan, egois(pementingan diri sendiri), iri dan dengki, mudah marah, hobi mencuri, tidak bertanggung jawab, bermalas-malasan, tidak jujur/korupsi, tidak peduli, membunuh dan segala tindakan yang merugikan orang lain. Semua kekotoran menyebabkan bau.

Bagaimana cara membersihkan diri agar bersih? Bagaimana cara merubah diri sendiri dan mengajak orang lain berubah? Inilah CHANGE REVOLUTION, praktis, mudah diterapkan, membumi, simple bagai teknik 1-2-3-4-5.Teknik

1. Tanggalkan cincin dan segala perhiasan di tangan.Tanggalkan segala keinginan-keinginan, kenikmatan-kenikmatan, hiasan-hiasan hidupmu, kesenangan sesaat, semu. Tanggalkan topengmu. Tanggalkan rasa nyaman, tidak mau berubah. Terimalah dirimu apa adanya sampai ke titik zero. Engkau apa adanya.
Teknik

2. Siramlah tangan dengan air mengalir.Syukurilah pemberianNya dengan penuh rasa syukur. Kesejukan akan mengalir di jiwamu dan hatimu. Nikmat bersyukur sama dengan nikmat menerima. Jiwamu dipuaskan. Ragamu menjadi tenang dan hilang segala kekhawatiranmu.
Teknik

3. Gosoklah tangan dengan sabun.Bawalah segala kekotoran hatimu kepada Tuhan, Dia akan membersihkannya, meringankan bebanmu, menghapus kesalahanmu. Serahkan segalanya. Engkau akan merasa segar kembali. Bahkan memberikan keharuman bagi sekitarmu, bagai sabun. Pikiran akan lebih positif, niat positif, tutur kata positif dan tindakan positif. Sekarang engkau bisa menolak pikiran negatif.
Teknik

4. Bilaslah sekali lagi dengan air mengalir.Jika hatimu sudah bersih dan jiwamu terasa lebih tenang, syukurilah segala nikmat dan kemurahanNya. Mulailah dengan banyak berpikir positif, berniat positif, berkehendak positif, bertutur kata positif,
bertindak positif. Bungkus pikiranmu dengan nilai-nilai yang mulia dari hidupmu dan organisasimu [kerja keras, jujur, tanggung jawab dan peduli.
Teknik

5. Keringkan dengan lap atau tissue kering.Ambillah saat paling tenang, hening, berdiamlah diri sejenak, berdoalah, engkau akan dikuatkan menjalani kehidupanmu yang baru olehNya. Minta petunjukNya sebelum melangkah, sebelum mengambil keputusan, dan memilih. Biarkan Ia yang memimpin hidupmu. Hidupmu bukan milikmu lagi. Hanya milikNya, Allah Yang Maha Adil.
INDAHNYA MALAM PERTAMA KITA

Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Mauuut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak Ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok Dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju Kita...
Bagian kepala..,badan. ..., Dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin...
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan. ..yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya.... . Tiba masa pengantin..
Menunggu Dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....
Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan... .
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata...
Seolah barang berharga yang sangat mahal...

Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga...
Tapi....tapi .....sudah pantaskah sikap kita selama ini...
Untuk disebut sebagai ahli syurga
HuhHuhHuh

Sahabat...mohon maaf...jika malam itu aku tak menemanimu
Bukan aku tak setia... Bukan aku berkhianat.. ..
Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
Tapi percayalah.. .aku pasti kan mendo'akanmu. ..
Karena ...aku sungguh menyayangimu. ..
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo'a...semoga kau jadi ahli syurga. Amien

Sahabat..... , jika ini adalah bacaan terakhirmu
Jika ini adalah renungan peringatan
dari Kekasihmu
Ambillah hikmahnya... ...
Tapi jika ini adalah salahku...maafkan aku....
Terlebih jika aku harus mendahuluimu. ....
Ikhlaskan Dan maafkan seluruh khilafku
Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu. .....
Kalau tulisan ini Ada manfaatnya.. ..
Silakan di print out Dan kau simpan sebagai renungan...
Siapa tahu ...suatu saat kau ingat padaku
Dan...aku tlah di alam lain....
Satu pintaku padamu...
Tolong do'akan aku....

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS 103:1-3)

Orang Yang Tidak Melakukan Sholat: Subuh: Dijauhkan cahaya muka yang bersinar.. Dzuhur: Tidak diberikan berkah dalam rezekinya.. Ashar: Dijauhkan dari kesehatan/kekuatan.. Maghrib: Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya. Isyha: Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya

Sabtu, 08 Agustus 2009

RODA YANG GUNDAH

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Sahabat, Mudah-mudahan kita selalu dalam ketenangan hati dalam mengarungi hidup ini. Semoga kisah ini menjadi bagian dari motivasi untuk kita berfikir bahwa hidup ini begitu indah untuk kita lewatkan dengan kesibukan masalah yg tak rudung usai.

Selamat Membaca....!!!

RODA YG GUNDAH

Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya. Ia tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu, ia tak bisa lagi Berjalan dengan lancar. Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan. Karena terburu-buru, ia melupakan, ada satu jari-jari yang jatuh dan terlepas. Kini sang roda pun bingung. Kemana kah hendak di cari satu bagian tubuhnya itu? Sang roda pun berbalik arah. Ia kembali menyusuri jejak-jejak yang pernah di tinggalkannya.

Perlahan, di tapakinya jalan-jalan itu. Satu demi satu di perhatikannya dengan seksama. Setiap benda di amati, dan di cermati, berharap, akan di temukannya jari-jari yang hilang itu. Ditemuinya kembali rerumputan dan ilalang. Dihampirinya kembali bunga-bunga di tengah padang. Dikunjunginya kembali semut dan serangga kecil di jalanan.Dan dilewatinya lagi semua batu-batu dan kerikil-kerikil pualam. Hei....semuanya tampak lain.

Ya, sewaktu sang roda melintasi jalan itu dengan laju yang kencang, semua hal tadi cuma berbentuk titik-titik kecil. Semuanya, tampak biasa, dan tak istimewa. Namun kini, semuanya tampak Lebih indah. Rerumputan dan ilalang, tampak menyapanya dengan ramah. Mereka kini tak lagi hanya berupa batang-batang yang kaku. Mereka tampak tersenyum, melambai tenang, bergoyang dan menyampaikan salam. Ujung-ujung rumput itu, bergesek dengan lembut di sisi sang roda. Sang roda pun tersenyum dan melanjutkan pencariannya. Bunga-bunga pun tampak lebih indah. Harum dan semerbaknya, lebih terasa menyegarkan.

Kuntum-kuntum yang baru terbuka, menampilkan wajah yang cerah. Kelopak-kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang roda. Sang roda tertegun dan berhenti sebentar. Sang bunga pun merunduk, memberikan salam hormat. Dengan perlahan, dilanjutkannya kembali perjalanannya. Kini, semut dan serangga kecil itu, mulai berbaris, dan memberikan salam yang paling semarak. Kaki-kaki mereka bertepuk, membunyikan keriangan yang meriah. Sayap-sayap itu bergetar, seakan ada ribuan genderang yang di tabuh. Mereka saling menyapa. Dan, serangga itu pun memberikan salam, dan doa pada sang Roda.

Begitu pula batu dan kerikil pualam. Kilau yang hadir, tampak berbeda Jika di lihat dari mata yang tergesa-gesa. Mereka lebih indah, dan setiap sisi batu itu memancarkan kemilau yang teduh. Tak ada lagi sisi dan ujung yang tajam dari batu yang kerap mampir di tubuh sang Roda. Semua batu dan pualam, membuka jalan, memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan. Setelah lama berjalan, akhirnya, ditemukannya jari-jari yang hilang. Sang roda pun senang. Dan ia berjanji, tak akan tergesa-gesa dan berjalan terlalu kencang dalam melakukan tugasnya.

Sahabat…, begitulah hidup. Kita, seringkali berlaku seperti roda-roda yang berjalan terlalu kencang. Kita sering melupakan, ada saat-saat indah, yang terlewat di setiap kesempatan. Ada banyak hal-hal kecil, yang sebetulnya menyenangkan, namun kita lewatkan karena terburu-buru dan tergesa-gesa. Hati kita, kadang terlalu penuh dengan target-target, yang membuat kita hidup dalam kebimbangan dan ketergesaan. Langkah-langkah kita, kadang selalu dalam keadaan panik, dan lupa, bahwa di sekitar kita banyak sekali hikmah yang perlu di tekuni. Seperti saat roda yang terlupa pada rumput, ilalang, semut dan pualam, kita pun sebenarnya sedang terlupa pada hal-hal itu.

Teman, coba, susuri kembali jalan-jalan kita. Cermati, amati, dan perhatikan setiap hal yang pernah kita lewati. Runut kembali perjalanan kita. Adakah kebahagiaan yang terlupakan? Adakah keindahan yang tersembunyi dan alpa kita nikmati? Kenanglah ingatan-ingatan lalu. Susuri dengan perlahan. Temukan keindahan itu saat masih bersama Orang tua dan Keluarga tercinta !! ”Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai”

" Tergesa-gesa itu adalah sifat Iblis "

Salam LA TAHZAN (Jangan Bersedih)
Temukan kekuatan kita dalam jiwa yg tenang...!!!
ALLAH ITU DEKAT

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Sahabat, Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi,
kita yang tertimpa akan selalu menyebut: "Ya Allah!" Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, kita mendesah: "Ya Allah!" Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, kita pun menyeru: "Ya Allah!" Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus kita pikul,maka berdo'alah: "Ya Allah!"

Sahabat, Mudah-mudahan kisah singkat ini bisa menambah keimanan kita kepada Allah.Swt dan keyakinan kita bahwa pertolongan-NYA sangatlah dekat untuk kita hambanya yg selalu berdo'a dan mendekati-NYA. Amiin.

Selamat Membaca....!!!

ALLAH ITU DEKAT

Ahmad datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.

Si tukang cukur mulai memotong rambut Ahmad dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Allah Swt. Si tukang cukur bilang, "Saya tidak percaya Allah itu ada". "Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal Ahmad. "Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan..! untuk menyadari Ahmad bahwa Allah itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Allah itu ada, Ada yang sakit, Ada anak terlantar, ada gembel, ada yg miskin papa, ada yg terkena bencana, dan kemarin ada BOM yg meledak diHotel JW Marriot dan Rich Calton, Jika Allah ada, tidak akan ada sakit, orang miskin, anak jalan, musibah dan kesusahan bahkan BOM yg meledak.

Saya tidak dapat membayangkan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi. " Ahmad diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan Ahmad membayar dan pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah Ahmad meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat. Ahmad balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR." Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ?. "Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukur rambut mu!" "Tidak!" elak si Ahmad.

"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana ", si Ahmad menambahkan. "Ah... tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur." Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri. "Cocok!" kata si Ahmad menyetujui.
"Itulah point utama-nya!. Sama dengan Allah Swt, ALLAH ITU JUGA ADA! Tapi apa yang terjadi. orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini." Si tukang cukur terbengong !!!

Sahabat, mari kita mendekati Allah..!!, jangn hanya ketika kita tertimpa kemalangan, kegelisahan, bencana dan dan persoalan hidup yg menghimpit, ingatlah Allah disetiap helaan Nafas kita, maka Allah akan lebih mendekati kita dan mengabulkan setiap do'a yg terucap.

Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang
menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al Baqarah : 186)

Salam LA TAHZAN ( Jangan Bersedih )
Temukan Kekuatan Kita Dalam Jiwa yg Tenang....!!!
SARINGAN TIGA KALI

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Sahabat, Orng bijak pernah berkata, " Tergelincirnya kaki lebih selamat dari pada tergelincirnya Lisan/Lidah " Maka ketika kita mngeluarkan suara untuk berkata-kata, pastikan kata-kata itu tidak menyakitkan dan meninggalkan luka orng yg mendengar. Sahabat, Lisan memang daging yg tak bertulang, tetapi lisan itu bisa menembus apa yg tidak dapat ditembus oleh jarum, maka apabila pedang lukai tubuh masihkan ada harapan sembuh, apabila lisan lukai hati kemana obat hedak dicari.

Sahabat, Kami mohon maaf jika kisah ini kurang berkenan, semoga menjadi suatu hal yg baik untuk kita renungi.

Selamat Menbaca......!!!

SARINGAN TIGA KALI

Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Seorang yg bijaksana dan berkata, "Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?"

"Tunggu sebentar," jawab Orang Bijak." Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian tersebut dinamakan UJIAN SARINGAN TIGA KALI."

"Saringan tiga kali?" tanya pria tersebut. "Betul," lanjut Sang Bijak

"Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali.

SARINGAN yang pertama adalah :

KEBENARAN.

Sudah pastikah anda bahwa apa yang anda akan katakan kepada saya adalah benar?"

"Tidak," kata pria tersebut,"sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda".

"Baiklah," kata Sang Bijak." Jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak. Sekarang mari kita coba SARINGAN yg kedua yaitu :

KEBAIKAN.

Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik?"

"Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk".

"Jadi," lanjut Sang Bijak, " anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi anda tidak yakin kalau itu benar. Anda mungkin masih bisa lulus SARINGAN selanjutnya, yaitu:

KEGUNAAN.

Apakah apa yang anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya?"

"Tidak, sungguh tidak," jawab pria tersebut.

"Kalau begitu," simpul Sang Bijak," jika apa yang anda ingin beritahukan kepada saya… tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan kepada saya ?"

"Pria itu diam dan tertegun, ia mendapatkan pelajaran yg berharga dari sang bijak.

Sahabat, Tidak semua yg kita dengar harus kita bicarakan, Sebuah anak panah yang telah melesat dari busurnya dan membunuh jiwa yang tak bersalah tidak akan bisa kebali kebusurnya, dan kata-kata yang telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang, tidak pernah bisa ditarik kembali. Jadi sebelum berbicara, gunakanlah Saringan Tiga Kali..! ingatlah setiap kata-kata yg terlontar dari lisan kita, itu butuh pertanggungjawaban baik sesama manusia dalam kehidupan sosial, maupun kepada Allah Swt kelak dihari penghitungan 'Amal kita.

Salam LA TAHZAN (Jangan Bersedih)
Temukan Kekuatan Kita Dalam Jiwa yg Tenang....!!!